Selasa, 13 Mei 2014

REVIEW: WARUNG KOPI BANJARBARU

Well,
Kali ini saya mau review tempat nongkrong kece baru yang ada di kota saya, Banjarbaru-Kalimantan Selatan.
Warung Kopi terletak di seberang Pasar Banjarbaru, di sekitar KM.35 di pusat Kota Banjarbaru.
Berdasarkan hasil tanya-tanya sama mas-mas baristanya *hehemodus Warung Kopi buka dari jam 10.00 a.m - 01.00 a.m .
Di Warung Kopi ini ada dua pilihan tempat buat menkimati hidangannya, ada di bagian lantai atas untuk para smoker atau ruangan ac alami dan di bagian lantai dasar ruangan yang ber-ac beneran ^^. Di lantai dasar juga tempat memesan minuman atau makanan yang ingin di beli. Jadi, konsep cafe ini  kayak cafe-cafe yang ada di Korea (seperti drakor yang sering saya tonton ^^) atau kayak di restoran fastfood gitu deh.
Pilihan minumannya lumayan banyak, alat-alat buat nge-blend nya jugak canggih, pokoknya kece deh menurut saya.
Warung Kopi ini juga ternyata milik Omnya teman saya, Karin. Cuman saya juga nggak pernah tau yang mana Omnya.
Okedeh saya langsung share lewat foto-foto aja yaa .....


 jendela, dengan kaca yang membentang menghadap jalan raya


 chesee cake, pilihan cake yang ada di menu


bread pudding, creammy yummy :9 


letak spesifikasinya melalui google maps

hiasan dindingnya juga lucu-lucu


olivia, dibelakangnya itu tempat pesan ke mas baristanya 





sekian postingan saya kali ini,
salam hangat selalu 





Ani Rizkiana^^

Sabtu, 03 Mei 2014

Well,
Hal pertama yang akan saya share disini adalah pengalaman pertama saya traveling sendirian, nggak sendirian sepenuhnya sih, sendirian dalam artian tanpa pengawasan yang lebih tua.
Saya traveling menuju kampung halaman teman dekat saya, tepatnya di Buntok, Kalimantan Tengah.


So far, saya enjoy aja sih dalam perjalanan menuju kota Buntok itu sendiri. Menempuh waktu selama 8 jam dalam bus angkutan umum.


Hal baru yang saya temukan dalam perjalanan menuju kota Buntok itu apa ya ?

Oh ya, saya baru kali ini menuju tempat dimana saya tidak mengetahui dan tidak mengerti sama sekali bahasa daerah yang digunakan disana. Saya merasa berada di dunia yang berbeda. Hanya senyum yang mampu saya tunjukkan. Di sana menggunakan bahasa Dayak, entah dayak apa. Yang saya mengerti hanya mandrus : mandi, sikeey: hus (untuk menusir anjing), hanya itu yang saya ingat, hehehe.

Selama disana saya menuju satu destinasi wisata yang tidak pernah saya temukan di kota asal saya Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Nama destinasi wisatanya sendiri pun saya lupa menanyakan.
Tempatnya berupa sungai air tanah gambut yang dasarnya bukan berupa seperti lumpur, tapi pasir putih bersih, sehingga warnanya pun seperti teh. Airnya sangat dingin, seperti lansung dari mata air. Kawasan disana cukup sunyi, mungkin karna bukan hari lubur kali ya.











Selain itu saya hanya menikmati keasrian kampung halaman teman saya itu. Memetik kelapa di siang bolong, jalan-jalan di lingkungan sekitar, melihat-lihat kawasan pusat kota Buntok tu sendiri.



 ini view dari kebun belakang rumah




 view dari balkon belakang rumah 







 Jembatan Kalihien, sekitar 250m dari rumah Oliv



 dari atas Jembatan Kalihien, Sungai Barito yang mengering.


Mungkin sampai sini dulu yak saya share pengalaman saya.
Tunggu postingan saya selanjutnya.

Salam Hangat,

Ani Rizkiana ^^










Hi blogger,
Ini blog saya yang kesekian kalinya, dan saya kembali memulai membuat blog agar hasrat menulis saya terpenuhi. Dalam blog baru saya kali ini mungkin saya akan menuliskan berbagai review tentang hal-hal yang telah saya lakukan atau pun yang akan saya lakukan.
Semoga blog ini bermanfaat untuk para blogger atau pun para pembaca.

Salam kenal dari saya ,


Ani Rizkiana