Hal pertama yang akan saya share disini adalah pengalaman pertama saya traveling sendirian, nggak sendirian sepenuhnya sih, sendirian dalam artian tanpa pengawasan yang lebih tua.
Saya traveling menuju kampung halaman teman dekat saya, tepatnya di Buntok, Kalimantan Tengah.
So far, saya enjoy aja sih dalam perjalanan menuju kota Buntok itu sendiri. Menempuh waktu selama 8 jam dalam bus angkutan umum.
Hal baru yang saya temukan dalam perjalanan menuju kota Buntok itu apa ya ?
Oh ya, saya baru kali ini menuju tempat dimana saya tidak mengetahui dan tidak mengerti sama sekali bahasa daerah yang digunakan disana. Saya merasa berada di dunia yang berbeda. Hanya senyum yang mampu saya tunjukkan. Di sana menggunakan bahasa Dayak, entah dayak apa. Yang saya mengerti hanya mandrus : mandi, sikeey: hus (untuk menusir anjing), hanya itu yang saya ingat, hehehe.
Selama disana saya menuju satu destinasi wisata yang tidak pernah saya temukan di kota asal saya Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Nama destinasi wisatanya sendiri pun saya lupa menanyakan.
Tempatnya berupa sungai air tanah gambut yang dasarnya bukan berupa seperti lumpur, tapi pasir putih bersih, sehingga warnanya pun seperti teh. Airnya sangat dingin, seperti lansung dari mata air. Kawasan disana cukup sunyi, mungkin karna bukan hari lubur kali ya.
Selain itu saya hanya menikmati keasrian kampung halaman teman saya itu. Memetik kelapa di siang bolong, jalan-jalan di lingkungan sekitar, melihat-lihat kawasan pusat kota Buntok tu sendiri.
ini view dari kebun belakang rumah
view dari balkon belakang rumah
Jembatan Kalihien, sekitar 250m dari rumah Oliv
dari atas Jembatan Kalihien, Sungai Barito yang mengering.
Mungkin sampai sini dulu yak saya share pengalaman saya.
Tunggu postingan saya selanjutnya.
Salam Hangat,
Ani Rizkiana ^^






Tidak ada komentar:
Posting Komentar